Jawaban (Kiai Muhammad Hamdi): Ilmu merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena ilmu adalah makanan bagi jiwa (ruh), sebagaimana nasi dan sayur-sayuran adalah makanan bagi raga (fisik). Kekurangan asupan ilmu menjadikan jiwa lemah dan kurang berkembang, layaknya raga yang kekurangan asupan gizi dari makanan. Rasulullah ﷺ bersabda: Sebab ilmu tidak sah tanpa sanad seorang guru. Menurutnya, orang belajar agama tanpa guru bagaikan hidup tanpa amir (pemimpin, red). Dan bila tak punya amir, maka matinya masuk kategori jahiliyah. *** Dalam jawabannya, Buya Hamka mengapresiasi maksud abang Ichlas mengenai pentingnya sanad dan guru. Belajar itu semestinya ada guru yang membimbing. Bagikan. Ilmu adalah gedung, sedangkan kuncinya adalah bertanya, belajar agama tanpa guru seperti dibimbing oleh "setan". Hidayatullah.com | AKHIR- akhir ini kita sering mendengar himbauan dan saran untuk mempelajari ilmu agama hanya dengan berpedoman pada buku-buku yang dibeli tanpa perlu berkonsultasi dan dengan para ulama. "Abd al-Karim al-Qushayri al-Shafi'i mengatakan dalam risalahnya yang dikenal sebagai al-Risalah al-Qushayri bahwa seorang murid harus didisiplinkan oleh seorang syekh (guru), dan jika dia tidak memiliki seorang guru, maka ia tidak akan pernah berhasil." Bahayanya Belajar Tanpa Guru KH. "Sering kita dengar ungkapan, barangsiapa yang belajar tanpa guru, maka setan adalah gurunya. Kalimat ini banyak ditemukan dalam kitab-kitab tasawuf dan tarekat. Ini disebabkan karena Ilmu Syari'at seperti ilmu Fiqih, Tauhid, ilmu tasawuf dan tarekat adalah ilmu yang mengajarkan cara-cara dan kaidah-kaidah seorang hamba berhubungan dengan Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu (yang mengamalkan ilmunya) dibandingkan ahli ibadah (yang beramal tanpa ilmu) bagaikan keutamaan rembulan dimalam hari (saat bulan purnama) dibandingkan seluruh bintang. d7UZE.

belajar ilmu tanpa guru bagaikan