Ketika menafsirkan Surat Al Falaq ayat 2 ini, Ibnu Katsir mengatakan: "yakni dari kejahatan semua makhluk." Surat Al Falaq ayat 3. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Kata ghaasiq (غاسق) artinya adalah malam, berasal dari kata ghasaqa (غسق) yang berarti Dan kepada Samud (Kami utus). (Hud: 61) Mereka adalah orang-orang yang bertempat tinggal di kota-kota Hajar yang terletak di antara Tabuk dan Madinah. Mereka hidup sesudah kaum 'Ad, lalu Allah mengutus seorang rasul kepada mereka yang juga dari kalangan mereka. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (Al-Fath: 1) Kemenangan yang jelas dan nyata. Hal yang dimaksud adalah Perjanjian Hudaibiyah, karena sesungguhnya telah diraih kebaikan yang berlimpah dengan melaluinya. Banyak orang-orang yang beriman dan sebagian dari mereka bersatu dengan sebagian yang lain, orang mukmin kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka. (Al-'Ankabut: 46) Yaitu orang-orang yang menyimpang dari jalan kebenaran. Mereka buta, tidak dapat melihat bukti yang jelas dan ingkar serta sombong. Maka bilamana sudah sampai pada tingkatan tersebut, cara berdebat tidak dapat dipakai lagi, melainkan melalui jalan keras, dan mereka harus WvUn.

tafsir surat al falaq ibnu katsir